Senin, 13 Agustus 2012

Ketika Hutan Lindung Puncak tak Lagi Melindungi


"Jika hutan lindung tersebut dijadikan hutan produksi, permukiman dan kebun maka dikhawatirkan hal ini akan meningkatkan potensi banjir di hilir (wilayah DKI Jakarta), tanah longsor dan terganggunya pasokan air tanah."
Dewasa ini Bappeda Kab Bogor lagi mengkaji Draf Revisi Perda Nomor 19 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bogor 2005-2025. Di dalamnya ada sesuatu yang mestinya bikin kita terhenyak, yaitu perubahan status 8.700 hektar hutan lindung di kawasan Puncak menjadi hutan produksi, permukiman dan kebun. Rencana aturan ini menyebabkan kawasan Puncak gak lagi memiliki hutan lindung sehingga setiap jengkal wilayah tutupan hutan pada kawasan itu bisa disertifikatkan untuk semakin memenuhi hasrat para penguasa dan atau pengusaha yang memang selama ini pun melakukannya. 

Kamu pengunjung ke