Selasa, 15 Mei 2012

Melihat Pendidikan Lebih Hakiki #satusetengahtiang



Tidak berlebihan sekiranya saya mengatakan bahwa pendidikan adalah hal yang paling penting dan memainkan peran yang signifikan terhadap kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara suatu masyarakat sebuah negara. Pendidikan merupakan suatu proses pembinaan yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik secara sadar, terencana, dan berkelanjutan; mencakup materi pengajaran yang sistematis, keterampilan teknis yang tepat guna, serta nilai-nilai kemanusiaan yang berlaku universal dengan harapan terciptanya profil ideal peserta didik yang mampu dan mau menghasilkan karya demi kebaikan umat manusia. Masyarakat yang terlahir dari proses pendidikan yang berjalan secara ideal adalah salah satu syarat mutlak dan sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan taraf kehidupan suatu bangsa.


Sebuah ironi dari masyarakat intelektual abad 21, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai hasil dari proses pendidikan terlepas dari nilai-nilai fundamental yang seharusnya menjadi pijakan bagi perkembangannya. Materi pengajaran yang baik disajikan dengan kecanggihan teknologi masa kini seperti yang kita biasa lihat di sekolah atau kampus kita menjadi sebuah tragedi ketika nilai-nilai kemanusiaan tidak memainkan peran yang signifikan di dalamnya. Satu elemen penting dalam pendidikan diabaikan sehingga merusak manfaat besar yang diharapkan muncul dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa nilai-nilai kemanusiaan, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang menuju arah yang tidak menentu, membuat segalanya menjadi bias, seolah tidak ada harapan lagi bagi taraf kehidupan manusia yang lebih baik. Manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri, bukan demi kemajuan taraf kehidupan masyarakat. Faktanya, sering kita jumpai wacana mengenai senjata pemusnah massal. Juga kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak mengindahkan hukum-hukum alam tentang keseimbangan semesta, konservasi lingkungan, serta pemeliharaan keanekaragaman hayati, seolah ilmu pengetahuan dan teknologi hanya alat untuk memenuhi nafsu keserakahan manusia yang tidak pernah puas. Syahwat yang menguasai manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi tujuan yang tidak tepat guna menyebabkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi musuh nyata bagi peradaban manusia dan keseimbangan alam semesta.


Kita mesti bijak dalam memahami akar permasalahannya, bahwa pada dasarnya ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai salah satu parameter kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara yang merupakan hasil dari proses pendidikan. Kita harus mampu melihat hal ini secara lebih hakiki bahwa pendidikan tidak mungkin terlepas dari ketiga unsur yang memenuhinya; materi pengajaran yang sistematis, keterampilan teknis yang tepat guna, serta nilai-nilai kemanusiaan yang berlaku universal. Pendidikan yang mengabaikan materi pengajaran sistematis menghasilkan proses pembinaan yang tidak kondusif bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan yang mengabaikan keterampilan teknis tepat guna menyebabkan hasil dari proses pendidikan berupa konsepsi mentah dan tidak menghasilkan manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Hal yang paling mengkhawatirkan yaitu ketika proses pendidikan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan sehingga justru menghasilkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.


Hal yang diharapkan muncul dari proses pendidikan adalah kebermanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam memajukan taraf kehidupan masyarakat, dan itu tidak mungkin diraih tanpa pelaksanaan proses pendidikan yang melibatkan seluruh elemennya secara terintegrasi tanpa terkecuali. Suatu masyarakat intelektual yang terlahir dari proses pendidikan seperti itu mampu membawa kebaikan kepada masyarakat sekitarnya. Dalam bidang sosial, masyarakat intelektual peduli terhadap berbagai gejala sosial di sekitarnya sehingga mampu menanggapinya dengan karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Dalam bidang ekonomi, masyarakat intelektual mampu berperan sebagai produsen yang menghasilkan karya bernilai ekonomis sehingga ikut menggerakan perekonomian masyarakat. Dalam bidang politik, masyarakat intelektual menyadari bahwa kesejahteraan masyarakat secara merata adalah prioritas utama berdirinya suatu negara yang didukung oleh sebuah sistem politik berbangsa dan bernegara. Maka mereka aktif dalam kegiatan politik nilai, bahkan sampai pada beberapa tahap tertentu, mereka menggeluti bidang politik praktis demi satu tujuan mulia, memperjuangkan pemerataan hak asasi manusia demi kemaslahatan bersama. Konsep mengenai proses pendidikan yang ideal seperti di atas seharusnya mampu menggerakan kita sebagai bagian dari masyarakat intelektual untuk ikut berpartisipasi secara proaktif demi mewujudkan cita-cita mulia pendidikan yang pada akhirnya bermuara pada kemajuan taraf kehidupan masyarakat.


Fahmi Maulana Kamil
Anggota Biasa KM-ITB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamu pengunjung ke