Selasa, 15 Mei 2012

Bangkit itu Memindahkan Zona Nyamanmu! #bangkitpemuda




'Bangkit' adalah sesuatu yang identik dengan tanggal 20 Mei. Ya, banyak orang mengaitkannya dengan Hari Kebangkitan Nasional karena pada tanggal tersebut berdiri organisasi Boedi Oetomo. Meski gak sedikit orang yang gak setuju, aku gak tertarik untuk membahas hal itu di sini. Mari kita ambil esensinya, bahwa (minimal) setidaknya setiap tanggal 20 Mei kita mampu mengingat kembali momen kebangkitan bangsa Indonesia sehingga kita bisa (katanya) merdeka, seperti sekarang ini.



Kalau kita mau belajar dari sejarah, kita bakal menyadari bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah buah dari perjuangan yang panjang dan berliku. Perjuangan sekelompok manusia yang merasakan penderitaan bersama sebagai satu bangsa yang terjajah, meski secara individu atau golongan mereka dapat hidup nyaman. Orang-orang tersebut rela meninggalkan zona nyamannya demi menciptakan zona nyaman yang baru yang mencakup kebaikan yang lebih besar, kemerdekaan bangsanya. Jika Ir. Soekarno mau, beliau dapat menikmati hidup sebagai orang kaya, seorang arsitek lulusan Technische Hooge School yang mendapatkan gaji besar dan hidup di zona nyaman, lalu NKRI yang kita nikmati sekarang gak bakal pernah ada. 


Lalu mengapa beliau dan para founding fathers kita memilih bangkit dan keluar dari zona nyamannya yang lama untuk memasuki zona nyaman baru yang penuh dinamika sebagai pelopor kemerdekaan bangsa Indonesia? Pada masanya ide tentang kemerdekaan bangsa Indonesia sangat utopis, seolah Belanda adalah sang majikan yang daripadanya bangsa Indonesia mesti mengemis, meminta-minta kehidupan yang layak. Tidak ada kepercayaan diri untuk menjadi bangsa yang mampu berdikari. Tapi dengan kemauan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, mereka bangkit, memindahkan zona nyamannya, berjuang untuk memerdekakan bangsanya dan menegakkan NKRI sehingga kita bisa menikmatinya sekarang.


Sudah puluhan tahun momen itu berlalu. Sekarang zona nyaman nan sempit itu sudah semakin nyaman untuk dinikmati, khususnya bagi diri sendiri dan teman-teman terdekat. Gaji besar selalu setia menunggu kita yang saat ini tinggal beberapa tahun lagi lulus kuliah, apalagi dengan nilai Indeks Prestasi yang mapan bakal menjamin kebutuhan hidup kita di masa depan. Lantas, masih adakah alasan bagi kita untuk meninggalkan zona nyaman tersebut demi zona nyaman lain yang lebih luas yang berakibat kebaikan yang lebih besar bagi bangsa dan negara?


Fahmi Maulana Kamil
Staf (calon) Kementrian Kebijakan Nasional KM-ITB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamu pengunjung ke