Jumat, 06 April 2012

Interaksi

Aku ingin mengenalmu lebih. Daripada sekadar kamu aktif di mana, melakukan apa, dengan siapa, aku ingin tahu lebih. Lebih daripada kamu mendefinisikan kegiatan berorganisasi itu seperti apa, aku mau lebih. Aku ingin kenal gagasanmu, aku ingin tahu pemikiranmu dan segala hal yang membuatmu bisa bertahan dalam porsi kegiatan yang sangat padat. Apa yang membuatmu bertahan? Rasa tidak enak dengan teman seperjuangan, kurasa bukan. Nyatanya kau pilih aktivitasmu yang lain dan kau tidak ada kabarnya lagi buat kepanitiaan kita.


Percayalah, tidak sehat terlalu sibuk itu, meski tujuannya baik. Layaknya robot yang diprogram untuk stabil pada situasi dan kondisi apa pun. Kau dan aku ini manusia dengan segala kemanusiaannya. Kita perlu berinteraksi layaknya manusia, perlu saling kenal, saling merasakan keberadaan masing-masing. Aku bukan pemrogrammu dan kau bukan program yang bisa aku atau siapa pun atasanmu mengaturmu tanpa batasan, meski aku atau siapa pun atasanmu adalah 'bos' bagi kehidupan organisasimu.


Tapi dalam cakupan kehidupan yang lebih luas, kita ini manusia. Aku perlu mengenalmu layaknya aku kenal manusia lainnya. Bukan karena proker, rapat, perintah saja, tapi jauh diatas itu semua. Aku ingin mengenalmu secara personal karena kita ini manusia, yang menjalankan proker pun manusia. Manusia dengan segala kemanusiaannya mesti diperlakukan layaknya manusia yang terdiri dari jasad, roh dan akal. Ketiganya meski kita isi dengan kebahagiaan yang Tuhan anugerahkan bagi manusia yang menikmati kehidupan ini. Jadi mari nikmati kehidupan ini bersamaku, sebagai sesama manusia. Mari berinteraksi layaknya manusia.

Curhatku untuk 19 Maret 2012

Hari ini aku sangat selow dan menjalani hari dengan penuh nikmat. Kepala botakku bikin segar, penat berkurang karena UTS bentar lagi selesai. Apalagi setelah pelantikan Tambang Eksplorasi ITB, serasa makin dekat aja sama teman-teman seperjuangan. 

Aku bukan lagi Fahmi yang banyak omong gak konkrit, bukan pula yang kebanyakan mikir tanpa realisasi. 

Aku mau jadi Fahmi yang sederhana dan menyenangkan banyak orang. 

Aku ingin menikmati kehidupanku, sedikit demi sedikit berbuat kebaikan dan menjaga terus semangat dalam diri. 

Cita-cita utopisku tentang himpunan, kemahasiswaan terpusat, Kota Bandung bahkan Indonesia dan peradaban dunia masih terus kuasah tanpa lupa eksistensiku di dunia nyata. 

Aku harus tetap berfikir positif pada realita tanpa perlu mengesampingkan idealita. Aku cuma perlu lebih banyak senyum dan berdoa, karena perasaan bahagia ini tidak datang dengan sendirinya.

Kepedulian (copast dari blog temanku)

Kita kurang peduli terhadap nasib saudara kita di tempat lain. Hal ini terbukti bahwa kasus ini (kasus Mesuji, sudah sejak tahun 2009) baru terdengar sekarang. Kita terlalu memikirkan hidup kita sendiri padahal memang sebenarnya ada beberapa penduduk suffering di bagian lain dari Indonesia.

Mungkin kehidupan yang keras yang akhirnya memaksa kita untuk bersifat egois. Tapi apa sulitnya Anda menyisihkan sedikit pemikiran sebelum Anda terlelap tidur untuk memikirkan nasib negara ini, nasib saudara-saudara kita di pelosok yang mungkin sedang menahan trauma karena melihat ayahnya disembelih? Atau kedinginan karena rumahnya digusur? Atau kebingungan karena anak balitanya belum makan hari ini?

Daripada anda memikirkan cicilan Blackberry yang harus anda bayar karena hanya semata-mata sebuah hasrat dalam pemenuhan keinginan, bukan kebutuhan. Daripada anda memikirkan berapa uang yang harus anda bayar untuk membeli sebuah baju yang anda lihat di etalase toko?

Gunakan kapasitas otak anda untuk memikirkan sesuatu yang menyentuh hati anda sehingga menggerakan kaki dan tangan anda ke kegiatan yang lebih produktif atau kepada sebuah solusi yang lebih aplikatif seperti merelakan Blackberry demi membantu sesama.



-------------------------


actually there's so many good things to copy-paste from :)

Merindumu

Anjing malangnya aku,
kenapa sampai merindu
memang sudah bermingu-minggu
tiada jumpa tiada ucap,
hanya sms meminjam buku

Rasaku tiada hilang
setidaknya hampir empat tahun
aku masih merindumu
bayangan di forum diskusi, kelas putih-abu, majlis ta'lim
bahkan hingga gajah duduk
aku masih merindumu

masa lalu yang polos
masa membuncahkan seluruh asa
hingga kerabat-famili semua tahu
dan semua mengaggap lelucon
aku masih merindumu, masih bercita-cita besar

ingatlah wahai, aku hanya merindu
belum sampai otakku memikirkan lebih
menjabat pergelanganmu, mencium bibir merahmu
aku belum mau
aku belum punya nyali, dan duit
dan mungkin kesalehanku juga,
aku hanya modal nyali mengetik tulisan sampah ini
aku hanya merindu

Kamu pengunjung ke