Minggu, 24 Oktober 2010

Mimpi Terbesar dalam Hidupku

Pengumuman di koran edisi hari itu membuat saya bingung disaat orang-orang sekitar bergembira. Disitu, di halaman pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2010 (SNMPTN 2010), tercantum nama lengkap saya, Fahmi Maulana Kamil, beserta kode jurusan perkuliahan dimana saya menuntut ilmu selama 4 tahun kedepan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (FTTM ITB). Saya tidak habis pikir mengapa saya bisa diterima di jurusan favorit di institut terbaik bangsa, disaat banyak teman-teman saya yang jauh lebih pintar ilmunya, lebih baik kualitas dan kuantitas ibadahnya, lebih giat usahanya dalam persiapan selama satu tahun terakhir menuju SNMPTN 2010 justru tidak masuk perguruan tinggi yang diinginkan. Saya bingung, sekaligus sedih, mengapa harus saya yang mendapat tanggung jawab yang begitu besar menggantung di pundak saya sebagai seorang mahasiswa ITB. Saya khawatir dengan kemampuan saya, padahal menjadi mahasiswa ITB adalah dambaan hampir semua peserta SNMPTN. Saya takut mengecewakan kegembiraan yang terlanjur dirasakan oleh orang-orang yang saya cintai; orangtua, tetangga, guru, teman-teman, dan saudara kandung beserta sepupu saya.




Orang-orang sekitar mengenal saya sebagai seseorang yang memiliki banyak impian yang besar. Saya tidak perlu mengelak dari 'tuduhan' itu, karena saya menyadari bahwa dengan memiliki impian, hidup menjadi lebih indah karena kita menemukan alasan untuk tetap hidup, yaitu terus berjuang hingga impian itu menjadi kenyataan. Saya memiliki impian yang sangat besar, yaitu menjadi seorang teknokrat yang membawa perubahan positif bagi bangsa, negara, dan umat manusia. Saya memilih untuk menjadi seorang teknokrat karena dengan kemampuan dan pemahaman yang menyeluruh mengenai hal-hal teknis beserta faktor penghambatnya, ditunjang dengan kapasitas yang mumpuni sebagai pengambil kebijakan, seorang teknokrat memiliki segala hal yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembangunan negara dalam arti yang sebenarnya, khususnya dalam disiplin ilmu yang sedang saya geluti sekarang ini di bidang industri pertambangan.
Indonesia sebagai negara yang sangat besar kekayaan alamnya, terutama dalam hal minyak dan gas bumi, logam mulia, batu mulia, bijih besi, dan lain-lain, seharunya menjadi negara yang mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakatnya. Namun, fakta yang kita saksikan saat ini adalah sebuah paradoks, masih saja ada penduduk yang mati kelaparan di atas tanah yang melimpah sumber daya alamnya, seolah kekayaan yang tertimbun di bawah tanah Indonesia tidak memberi kontibusi positif bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Ketika segelintir elite politik menikmati sedikit dari hasil kekayaan alam yang selebihnya diangkut ke luar Indonesia, dengan meninggalkan jutaan rakyat dalam kesengsaraan, demi membangun sistem kapitalisme yang tiada habisnya menggerogoti kekayaan alam Indonesia, maka dibutuhkan seorang figur pemimpin yang memahami hal-hal teknis mengenai industri pertambangan serta cakap untuk mengambil kebijakan strategis dengan mengedepankan idealisme kebangsaan demi pemanfaatan kekayaan sumber daya alam yang maksimal untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mendorong perekonomian Indonesia ke arah yang positif.
Maka disini, di kampus Ganesha ini, saya mulai merangkai kepingan karya-karya kecil demi meraih cita-cita mulia itu. Disini saya belajar banyak mengenai semangat idealisme kemahasiswaan, karya nyata pengabdian masyarakat, dan etos kerja yang luhur. Saya merenungkan pepatah bijak Presiden Keluarga Mahasiswa ITB (KM ITB), Herry Dharmawan, ketika menyambut mahasiswa baru di sidang terbuka, "ITB layaknya sebuah tempat rekreasi dimana kalian dihadapkan pada berbagai "wahana bermain" untuk mengembangkan diri kalian. Sangat disayangkan ketika kalian memilih untuk diam saja selama berada di tempat rekreasi tersebut". Saya sangat menyadari pentingnya kegiatan kemahasiswaan, pengembangan soft skill, dan pengabdian masyarakat disamping kegiatan akademis yang menjadi fokus utama bagi mahasiswa perguruan tinggi. Ketika Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) 2010 berakhir dan mahasiswa baru disuguhi pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), saya mendaftarkan diri di Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB, Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) ITB, dan Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK) ITB dengan harapan saya berada di lingkungan yang positif dan kondusif demi pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual saya.
Selain berkegiatan di dalam kampus, saya juga memiliki aktivitas yang cukup padat untuk mengisi waktu muda saya dengan produktivitas yang tinggi. Saya dan teman-teman alumni SMA Negeri 5 Bandung yang terikat dalam Keluarga Alumni Muslim Lima (Kamil) mengadakan suatu acara kepanitiaan yang bertujuan untuk membina adik-adik kelas kami sebagai persiapan untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) 2011, SNMPTN 2011, dan berbagai ujian mandiri lainnya. Kepanitiaan ini bernama Eureka 2011, dengan saya sebagai ketuanya. Secara struktural, Eureka adalah badan otonom yang berada di bawah Divisi Syiar Kamil. Meski begitu, kami tidak menutup diri dari keterlibatan alumni non muslim untuk turut serta memberikan sumbangsih karya terbaiknya demi pengabdian almamater 5 Bandung tercinta.
Hari-hari pertama di kampus. Kegiatan OSKM digulirkan dan masa kampus menyiapkan karya terbaiknya untuk menyambut mahasiswa baru ITB 2010. Saya begitu semangat menatap hari itu, seperti terlahir kembali dan memulai hidup baru. Ini saat yang tepat untuk memulai langkah baru sebagai seorang mahasiswa, manusia dewasa intelektual yang solutif dan memainkan peranan yang signifikan sebagai agen perubahan bangsa menuju arah yang lebih baik. Langkah kaki terasa pasti menelusuri jalan-jalan kemenangan di masa depan. Seolah dinginnya pagi di daerah Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) tidak mematikan api semangat yang membara dalam hati. Kami ber-3204 mahasiswa baru bersatu dalam gelora kehidupan baru di kampus Ganesha, tempat kami menuntut ilmu, melahirkan karya terbaik, dan melakukan pengabdian masyarakat. Bersama kami songsong masa depan penuh harapan, menjadi seorang teknokrat yang mampu memberi kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Fahmi Maulana Kamil
Mahasiswa S1 Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan
Ketua Eureka 2011 SMA Negeri 5 Bandung
Ketua Persatuan Karya Siswa Generasi 2 Cabang Bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamu pengunjung ke