Kamis, 31 Desember 2009

Heraklius bicara Muhammad

Berikut cuplikan Hadits yang mengutip pembicaraan Heraklius, Kaisar Byzantium, dengan Abu Sufyan, Saudagar kaya sekaligus elite politik kota Mekkah, mengenai pribadi seseorang di tanah tandus Arab yang mengaku dirinya sebagai seorang utusan Tuhan untuk seluruh umat manusia..

Heraklius berkata, "Aku sudah menanyakan padamu tentang nasabnya (Muhammad), lalu engkau katakan bahwa dia adalah orang yang terpandang di antara kalian. Memang begitulah para rasul diutus pada suatu nasab dari kaumnya.



Aku sudah menanyakan kepadamu apakah pernah ada seseorang di antara kalian sebelumnya yang mengatakan seperti yang dikatakannya. Lalu engkau mengatakan tidak ada. Andaikan ada, tentu kukatakan memang ada orang yang meniru-niru perkataan yang pernah disampaikan sebelumnya.

Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah di antara bapak-bapaknya ada yang menjadi raja. Engkau katakan tidak ada! Kalaupun ada diantara nenek moyangnya yang menjadi raja, tentu akan kukatakan bahwa ada di sana seseorang yang sedang mencari-cari kerajaan bapaknya!

Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah kalian menuduhnya pembohong sebelum dia mengatakan apa yang dikatakannya? Engkau katakan tidak. Memang aku tahu, dia tidak mungkin berdusta terhadap manusia dan terhadap Tuhan.

Aku sudah menanyakan kepadamu, apakah yang mengikutinya orang-orang yang terpandang atau orang-orang yang lemah. Engkau katakan orang-orang yang lemahlah yang mengikutinya. Memang begitulah pengikut para Utusan Tuhan.

Aku sudah menanyakan kepadamu, adakah seseorang yang murtad dari agamanya karena benci kepada agamanya itu setelah memasukinya. Engkau katakan tidak ada. Begitulah kalau iman sudah merasuk ke dalam hati.

Aku sudah menanyakan kepadamu tentang apa yang ia perintahkan. Engkau katakan bahwa dia menyuruh kalian untuk menyembah Tuhan, tidak meyekutukan sesuatu pun denganNya, dan melarang kalian menyembah berhala. Menyuruh kalian mendirikan shalat, bershadaqah, dan menjaga kehormatan diri.

Jika yang engkau katakan ini benar, maka dia akan menguasai tempat kedua kakiku berpijak ini. Jauh-jauh sebelumnya, aku sudah menyadari bahwa orang seperti dia akan muncul dari kalangan kalian. Andaikan aku bisa bebas bertemu dengannya, andaikan aku berdiri di hadapannya, tentu akan kubasuh kedua telapak kakinya!"

(Terinspirasi dari : "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" karya Salim A. Fillah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamu pengunjung ke