Kamis, 31 Desember 2009

Jika Saat Ini Rasulullah SAW Duduk di Samping Anda

Mari kita sedikit berimajinasi, membayangkan seandainya Rasulullah kini berada di samping kita dan bertanya mengenai beberapa hal,

"Assalamu'alaykum wa Rahmatullahi wa Barakatuh," sapanya lembut.

"Wahai Saudaraku, betulkah engkau beriman kepadaku di samping kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, Hari Akhir, dan Qadha dan Qadar-Nya? Sudahkan keimananmu menjadikanmu tentram dan tidak mencari keimanan lainnya?"

Heraklius bicara Muhammad

Berikut cuplikan Hadits yang mengutip pembicaraan Heraklius, Kaisar Byzantium, dengan Abu Sufyan, Saudagar kaya sekaligus elite politik kota Mekkah, mengenai pribadi seseorang di tanah tandus Arab yang mengaku dirinya sebagai seorang utusan Tuhan untuk seluruh umat manusia..

Heraklius berkata, "Aku sudah menanyakan padamu tentang nasabnya (Muhammad), lalu engkau katakan bahwa dia adalah orang yang terpandang di antara kalian. Memang begitulah para rasul diutus pada suatu nasab dari kaumnya.

Rabu, 30 Desember 2009

Paradigma Berfikir Pengusaha

Sebuah fakta yang sedikit didramatisasi menyatakan bahwa 90% masyarakat global bekerja sebagai pegawai dan hanya mandapatkan 10% dari peredaran uang yang ada. Sedangkan 10% sisanya mendapatkan tidak kurang dari 90% peredaran uang yang ada. Anda mengira saya mengada-ngada? Baiklah, setidaknya itu yang dikatakan Robert Kiyosaki, Guru Besar Enterpreneurship Dunia. Pertanyaannya, masyarakat macam apa yang masuk kategori 10% tersebut?

Percaya gak percaya, mereka adalah para pengusaha dan bussinessman yang memiliki cara pandang yang unik untuk mendapatkan kekayaan. Mereka tidak mencari kerja, bahkan mereka membuka lapangan pekerjaan. Dan yang lebih penting, disaat para pegawai mulai pergi bekerja padahal matahari belum menampakan sinarnya dan pulang kerja larut malam jauh setelah matahari terbenam demi mendapatkan gaji yang pas-pasan, para pengusaha mendapatkan passive income dari kegiatan usahanya bahkan ketika ia tidak sedang bekerja.

Sebenarnya, pola pikir (paradigma) pengusaha tentang mencari kekayaan yang sedikit unik dari kebanyakan orang pada akhirnya menjadikan pengusaha mendapatkan 90% uang yang beredar di masyarakat global.

Sabtu, 03 Oktober 2009

Efektivitas dan Efisiensi Belajar di SMAN 5 Bandung

Hari itu Bu Henny (BK) berbicara di depan kelas XII-G SMAN 5 Bandung bahwa lisensi ISO 9001:2008 yang menjadi kebanggaan sekaligus beban bagi warga sekolah itu bakal ditinjau ulang. Bu Henny menawarkan pada siswa-siswi kelas saya untuk menulis sesuatu mengenai hal ini, untuk dijadikan bahan pertimbangan, perihal 'pelayanan' sekolah di mata 'stakeholders', karena memang predikat ISO menjadikan sekolah seolah "melayani warga sekolah". Namun saya terlambat. Yahh, daripada tidak saya buat sama sekali, lebih baik saya tumpahkan ide-ide saya di sini, karena memang untuk tujuan semacam itulah blog ini disusun. Silahkan membaca dan menyampaikan tanggapanmu!

Rabu, 23 September 2009

MATI GAYA Setelah Bulan Ramadhan

Hari itu, Adzan Subuh di tengah-tengah gema takbir dan tahmid
yang menyelimuti dinginnya waktu fajar kota Kuningan,
membangunkan saya. Hanya saja, saya harus mandi lebih dulu
dibanding sanak saudara lainnya (biar dapet jatah air lebih banyak. hha)
dan akhirnya "I miss the train" saya ketinggalan Jamaah Shalat Subuh.
Yah, tidak apa-apa, Shalat sendiri di rumah ga jadi masalah
selama kita masih bisa melaksanakannya dengan khusyu..

Singkatnya, seluruh sanak saudara sebanyak tiga generasi turun temurun
berkumpul dan kemudian berjalan menuju Masjid Agung Syiarul Islam kota Kuningan.
Gema takbir dan tahmid terus dilantunkan semalam suntuk, bersambung hingga saat ini,
saya berfikir, "apa g cape tuh orang teriak-teriak melulu semalaman suntuk?!".
Sambil berfikir seperti itu saya dan keluarga mengambil Shaf untuk Shalat Id.
Shaf Pria di dalam masjid dan di lapangan parkir, Shaf wanita di jalan raya alun-alun.
Saya, adik, dan kakek saya memilih Shalat di dalam masjid.
Shalat Id dimulai pada pukul 7.45, terlambat 15 menit dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya
setelah diawali dengan sambutan oleh Gubernur Kuningan, H. Aang Hamid Suganda.

(menurut kalian apa yang menyebabkan jadwal Shalat Id terlambat 15 menit ?!)

Sepulang dari Shalat Id, kami sekeluarga tiga generasi melakukan ritual tahunan
yang tidak asing bagi kebanyakan keluarga umumnya pada hari itu,
bersalam-salaman dan meminta maaf. Disambung dengan makan-makan
dengan makanan khas Hari Raya, Ketupat.

Sehabis itu ??

Sesuai dengan judul di atas, kami sekeluarga tiga generasi MATI GAYA,
seperti tidak ada yang membuat kami ingin melakukan sesuatu
selain berdiam diri di rumah dengan perut kekenyangan
dan baju lebaran yang terkontaminasi oleh bumbu opor dan rendang (?!)
Seolah-olah Hari Raya Idul Fitri hanya dirayakan ketika Shalat Id,
bersalam-salaman, dan makan-makan. Sehabis itu? MATI GAYA
dan hal ini berlangsung hingga detik disaat saya mengetik kata ini..

MATI GAYA kah kalian sehabis Bulan Ramadhan ??

Ramadhan segera berakhir, seneng atau sedih ?

Gak terasa yah, bulan Training "Ramadhan" Jihad melawan Hawa Nafsu sebentar lagi akan berakhir.

Gak akan ada lagi bangun tengah malam dan makan sahur dengan mata terkantuk-kantuk.
Gak akan ada lagi Shalat Subuh berjamaah dan mendengarkan ceramah subuh.
Gak akan ada lagi Shalat Dhuha dan Tadarus Al Quran.
Gak akan ada lagi buka puasa bersama keluarga dan kerabat.
Gak akan ada lagi Shalat Isya berjamaah disambung Shalat Tarawih..

Segala rasa lapar dan dahaga yang dirasakan
di bawah sengatan sinar matahari di siang bolong tidak akan dirasakan lagi.
Rasa capek dan pegal sehabis Shalat Tarawih, setelah sebelumnya
memakan berbagai Genre makanan dan minuman
dalam rangka "balas dendam penderitaan 15 jam"
disambung rasa kantuk yang berlebih karena dibangunkan makan sahur,
segalanya akan berakhir dan meninggalkan kita tanpa kepastian akan kembali lagi tahun depan..

...(gak mampu lagi menulis)

Bagaimana perasaan kalian ditinggal Ramadhan??

Kenapa NgeBlog ?

Pertanyaan itu muncul sejak pertama kali saya mengunjungi situs www.blogger.com
dan mengklik "Daftar" pada halaman tersebut, dan mungkin hingga mikrodetik
disaat anda membaca kalimat ini, saya masih belum menemukan jawaban yang tepat
atas pertanyaan yang diajukan oleh hati sanubari saya yang terdalam (hhe..),
"Kenapa NgeBlog" adalah pertanyaan yang menurut saya pribadi,
susah dijawab secara jujur disertai hati yang ikhlas oleh para blogger
(termasuk didalamnya Raditya Dika dan Dewi Lestari. haha!),
meski banyak sekali jawaban alternatif yang bisa digunakan,
dan terdegar masuk akal bagi kebanyakan manusia normal.
Anda bisa pilih salah satu diantara jawaban di bawah ini :

a. iseng
b. supaya gak keliatan gaptek (gagap terknologi)
c. supaya terlihat melektek (melek teknologi mksdnya. hha maksa..)
d. biar punya teman di dunia maya
e. propaganda politik (?!)
f. bisnis
g. lainnya (pikir aja sendiri!)

Dengan ini saya juga ingin memperkenalkan diri saya kepada anda semua,
wahai blogger di seluruh dunia, bahwa saya, Fahmi Maulana Kamil,
telah membuka blog pribadi nya yang pertama!
(sorak sorai menggema di seluruh pelosok dunia maya..)

Kesimpulannya, NgeBlog bagi saya dan bagi kebanyakan blogger
adalah kegiatan yang tidak terdefinisikan secara kata-kata.
Definisi NgeBlog dapat dijelaskan dengan berbagai alternatif jawaban,
seperti yang tersedia di atas, namun pada hakikatnya
jawaban hakiki (ceiilah bahasanya..) jawaban dari pertanyaan
yang menjadi judul tulisan ini hanya mampu terdefinisikan oleh suara hati,
yang terkadang kita secara refleks mengucapkannya
dengan kata-kata, "pengen aja.."

Kamu pengunjung ke